Anemia merupakan suatu kondisi dimana tidak tercukupinya jumlah sel darah merah yang ditandai dengan kadar Hemoglobin didalam darah lebih rendah dari normal. Nilai batas ambang anemia dikatakan normal jika kadar Hb ≥ 12 g/dl, sedangkan remaja putri dikatakan anemia jika kadar Hb < 12 g/dl.

Gejala anemia yang paling sering ditemui yaitu 5L yaitu lemah, lelah, letih, lesu, dan lunglai. Gejala lainnya seperti kurang nafsu makan, daya konsentrasi menurun, mudah terinfeksi penyakit, dan pandangan berkunang-kunang terutama bila bangkit dari duduk. Secara klinis tanda penderita anemia yaitu terlihat pucat pada wajah, pucat pada selaput lendir kelopak mata, pada bibir, dan kuku. Pada anemia yang sudah parah dapat mengakibatkan sesak napas bahkan lemah jantung.

Ada beberapa penyebab terjadinya anemia pada remaja putri diantaranya karena peningkatan kebutuhan zat besi pada remaja dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan remaja yang sangat pesat, ditambah lagi adanya menstruasi menyebabkan kebutuhan zat besi terus meningkat selama pubertas dan usia produktif sehingga akan memberikan beban ganda. Itulah sebabnya kelompok remaja putri lebih rentan mengalami anemia. Lalu timbulnya anemia dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi asupan zat besi asupan makan yang salah, dan tidak seimbang dengan kecukupan sumber gizi yang dibutuhkan tubuh pada masa remaja. Kebiasaan makan yang tidak teratur dan rendahnya konsumsi sumber protein hewani juga berkontribusi terhadap terjadinya anemia. Seringnya mengkonsumsi teh dan kopi setelah atau bersamaan saat makan juga akan berpengaruh terhadap asupan zat besi karena teh dan kopi memiliki zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

Dari tanda tersebut apakah kalian pernah mengalami salah satu atau bahkan lebih? Wah kalau iya harus waspada nih karena anemia dapat menimbulkan dampak yang buruk seperti menurunkan daya tahan tubuh sehingga dapat menghambat aktifitas fisik dan terganggunya kemampuan serta konsentrasi belajar.

Beberapa cara pencegahannya anemia, yaitu :

  1. Meningkatkan asupan makanan sumber zat besi seperti konsumsi daging merah,tiram, kacang-kacangan, sayuran hijau dsb.
  2. Mengubah kebiasan makan dan pola makan yang benar seperti sarapan dipagi hari, dan makan tepat waktu.
  3. Menghindari konsumsi teh/kopi bersamaan sewaktu makan.
  4. Mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
  5. Mengkonsumsi suplementasi zat besi dengan rutin terutama saat sedang menstruasi
  6. Meningkatkan pengetahuan gizi agar dapat memilih makanan yang kaya akan zat besi untuk meningkatkan kadar Hemogloblin.

Maka dari itu, remaja putri harus dapat melakukan pencegahan anemia agar dapat terhindar dari dampak dan resiko yang tidak diharapkan.

Stay Safe and Stay Healthy yaa!