Sudah menjadi tradisi ketika makan disebuah restoran sambil memesan teh untuk dinikmati bersamaan dengan makanan. Bahkan sudah ada slogan “apapun makanannya minum nya wajib teh”, memang hal tersebut tidak dilarang namun perlu diketahui bahwa teh tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Contohnya seperti minum teh yang bersamaan dengan daging atau makanan lain khususnya yang tinggi akan kandungan zat besi.

Anjuran untuk tidak minum teh langsung bersamaan atau setelah makan berkaitan dengan adanya interaksi antara kandungan asam fitat dan zat tanin dalam teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi pada makanan. Asam fitat dan tanin sendiri adalah antioksidan alami yang terdapat dalam teh yang memiliki rasa pahit dan bisa menggumpalkan protein. Asam fitat akan menghambat penyerapan beberapa mineral penting yang ada dalam makanan selama proses pencernaan berlangsung sedangkan Tanin berperan dalam pengurangan daya serap zat besi di dalam tubuh.

Sangat disayangkan bukan ketika tubuh membutuhkan zat besi namun terhambat oleh kandungan tersebut dan tidak dapat diserap oleh tubuh. Kamu harus mengubah kebiasaan ini karena jika dibiarkan secara terus menerus dan tubuh kekurangan zat besi maka dapat memicu terjadinya anemia. Agar ini tidak terjadi, kamu dapat mencegahnya dengan mengkonsumsi teh minimal 30 menit – 60 menit sebelum atau setelah makan agar zat besi dapat diserap tubuh dengan baik dan tidak terhambat oleh asam fitat maupun zat tanin.